KEAGUNGAN PAHALA DI BULAN RAMADHAN
← Kembali ke Berita
Jum'at Mubarok 15 February 2026 • 13 views

KEAGUNGAN PAHALA DI BULAN RAMADHAN

S
Sukanta
Penulis

KEAGUNGAN PAHALA DI BULAN RAMADHAN

Pemateri: Ust Daddy Setyawan



Sesungguhnya ada suatu amalan yang   tidak memerlukan perjuangan fisik yang berat seperti berperang sampai mengorbankan nyawa, hal ini pasti membutuhkan mental yg kuat, namun amalan ini Allah berikan pahala luar biasa, bahkan bisa menyamai pahala orang yang mati syahid di medan perang.


Amalan itu adalah amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan, khususnya ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan.


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Nabi ﷺ. Diceritakan bahwa ada dua orang sahabat yang sama-sama beriman dan bersahabat dekat. Keduanya pergi berjihad di jalan Allah. Dalam peperangan itu, salah satu dari mereka gugur sebagai syahid, sementara yang satunya lagi masih hidup. 

Sahabat yang masih hidup ini kemudian hidup selama satu tahun setelah peristiwa tersebut, lalu ia jatuh sakit dan akhirnya wafat.


Siapa kira-kira yang masuk syurga terlebih dahulu? Orang yang mati syahid atau yang wafat setahun kemudian karena sakit? Pasti kita berpikir yang masuk syurga terlebih dahulu adalah orang yang syahid.


Talhah bin ‘Ubaidillah r.a. mengisahkan bahwa ia bermimpi melihat kedua sahabat tersebut di pintu surga. Ternyata, sahabat yang wafat karena sakit justru masuk surga lebih dahulu dibandingkan sahabat yang gugur syahid. Hal ini membuat para sahabat heran, lalu mereka menanyakan kepada Rasulullah ﷺ.


Ketika hal ini disampaikan kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda bahwa perbedaan jarak antara keduanya lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi. Para sahabat pun heran, mengapa hal ini bisa terjadi. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa sahabat yang wafat belakangan itu sempat bertemu dengan satu bulan Ramadhan lagi, melaksanakan puasa Ramadhan, shalat, sujud, dan.melakukan amal kebaikan lainnya selama satu tahun tambahan hidupnya.


Tambahan satu Ramadhan dan amalan di dalamnya itulah yang mengangkat derajatnya jauh lebih tinggi.

Lebih dari itu, ia juga bertemu dengan malam Lailatul Qadr, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang setara dengan ±83 tahun lebih 4 bulan. 


Artinya, siapa yang diberi kesempatan bertemu Lailatul Qadr dan beribadah di dalamnya, maka ia seakan-akan mendapatkan pahala ibadah selama 83 tahun lebih. 


Inilah yang menjadi rahasia besar mengapa satu tahun tambahan hidup yang diisi dengan Ramadhan bisa mengalahkan pahala syahid.


Karena itulah, para ulama salaf dahulu sangat bersedih ketika berpisah dengan bulan Ramadhan. Bahkan, selama enam bulan setelah Ramadhan, mereka berdoa agar amal ibadah mereka diterima. Lalu enam bulan berikutnya mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka kembali dengan Ramadhan berikutnya.


Kesedihan mereka bukan karena kehilangan makanan enak atau suasana kebersamaan, tetapi karena berpisah dari bulan yang penuh pahala, ampunan, dan rahmat.


Kebahagiaan menyambut Ramadhan bukanlah karena hidangan berbuka, bukan pula karena suasana meriah, tetapi karena di dalamnya terdapat pahala yang sangat besar, bahkan bisa melampaui pahala orang yang gugur di medan perang.


Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan amalan-amalan kecil di bulan Ramadhan. Jangan pernah meremehkan puasa, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, dzikir, sedekah, dan seluruh amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas.


Jangan pula kita meremehkan kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan. Karena tidak semua orang diberi kesempatan ini. Ada yang bertemu Ramadhan dalam keadaan sakit, ada yang sibuk luar biasa sehingga tidak mampu memaksimalkan ibadahnya, bahkan ada yang tidak sempat bertemu Ramadhan sama sekali karena telah dipanggil Allah lebih dahulu.


Kita berharap diberi kesehatan, kekuatan, waktu, dan kesempatan agar dapat memaksimalkan setiap detik Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Karena di situlah letak keuntungan yang sesungguhnya.


Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, memampukan kita mengisinya dengan amal terbaik, serta mengaruniakan kepada kita perjumpaan dengan malam Lailatul Qadr. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikannya sebagai sebab diangkatnya derajat kita di sisi-Nya.

Aamiin ya Robb


Diresumekan oleh Sie Kemuslimahan DKM Al Hidayah BAPETEN

📸 Galeri Terkait

Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image
▶️
Video

Berita Terkait