JAGALAH ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENJAGAMU
โ† Kembali ke Berita
Jum'at Mubarok 19 February 2026 โ€ข 9 views

JAGALAH ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENJAGAMU

R
Rita Nataliana
Penulis

JAGALAH ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENJAGAMU

Pemateri: Ustadzah Ida Dwi Astuti


Jika seseorang menjaga perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan menjaga pekerjaannya. Seseorang yang rajin salat, rajin berzikir pagi dan petang, menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, berbakti kepada orang tua, serta menyambung silaturahmi, maka Allah akan menjaganya.


Allah menjaga dirinya, menjaga usahanya, dan menjaga dunianya.

Bahkan, terkadang Allah bukan hanya menjaga dirinya saja, tetapi juga menjaga anak keturunannya. 


Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Kahfi tentang dua anak yatim, ketika Allah berfirman:

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุจููˆู‡ูู…ูŽุง ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง

โ€œDan ayah mereka adalah orang yang saleh.โ€


Ketika Nabi Musa dan Nabi Khidir โ€˜alaihimassalam mendatangi suatu negeri dan meminta makanan, ternyata penduduk negeri tersebut enggan memberikan makanan kepada mereka. Lalu Nabi Khidir mendapati sebuah dinding yang hampir runtuh dan beliau menegakkannya. Nabi Musa pun bertanya mengapa dinding itu ditegakkan, padahal penduduk negeri tersebut tidak mau memberi makan. Maka Nabi Khidir menjelaskan bahwa dinding tersebut milik dua anak yatim, dan di bawahnya tersimpan harta simpanan milik mereka. Jika dinding itu runtuh, orang-orang akan mengetahui harta tersebut. Karena itu Nabi Khidir menegakkannya agar harta itu tetap terjaga sampai kedua anak yatim tersebut dewasa. 


Semua itu dilakukan karena ayah mereka dahulu adalah orang yang saleh.

Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud ayah di sini adalah ayah ketujuh mereka, menunjukkan bahwa kesalehan seseorang dapat menjaga keturunannya hingga beberapa generasi. Inilah bentuk penjagaan Allah terhadap kemaslahatan dunia.


Penjagaan Allah juga mencakup kesehatan, usaha, dan keberlangsungan hidup. Diriwayatkan dari Ibnu Musayyib bahwa beliau memperpanjang salatnya dengan niat agar Allah menjaga anak-anaknya. Ini menunjukkan bahwa ketakwaan orang tua dapat menjadi sebab terjaganya anak-anak mereka. 


Oleh karena itu, di antara cara menjaga anak dari kerusakan zaman adalah dengan memperbaiki diri kita sendiri, bertakwa kepada Allah, menjaga perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.


Namun yang lebih penting dari penjagaan dunia adalah penjagaan akhirat. Allah menjaga seorang hamba dari fitnah syahwat dan syubhat. Di zaman penuh fitnah ini, seseorang yang tidak bertakwa akan mudah terjerumus dalam hawa nafsu atau pemikiran menyimpang. 


Namun orang yang bertakwa dan ikhlas kepada Allah akan dijaga oleh-Nya. Penjagaan ini jauh lebih penting daripada penjagaan dunia semata.


Sebagian salaf mengatakan bahwa kesehatan mereka di usia tua adalah hasil dari menjaga pendengaran, penglihatan, dan anggota tubuh mereka di masa muda. Mereka menjaganya karena Allah, maka Allah menjaganya di masa tua. Kita melihat para ulama yang telah lanjut usia namun tetap sehat, kuat hafalannya, dan tidak pikun. Itu semua adalah bentuk penjagaan Allah.


Terkadang Allah menjaga kita dengan cara yang tidak kita sadari.

Dalam riwayat lain, Nabi ๏ทบ bersabda:

ุชูŽุนูŽุฑู‘ูŽูู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุฑู‘ูŽุฎูŽุงุกู ูŠูŽุนู’ุฑููู’ูƒูŽ ูููŠ ุงู„ุดู‘ูุฏู‘ูŽุฉู

โ€œKenalkanlah dirimu kepada Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalmu di waktu sempit.โ€


Ini menunjukkan pentingnya memperbanyak ibadah di waktu lapang. Banyak orang baru mengingat Allah ketika susah. Padahal yang istimewa adalah mengingat Allah ketika sehat, lapang, dan berkecukupan. Inilah yang dimaksud dengan taโ€˜arruf, yaitu mencari kedekatan dengan Allah melalui ibadah, sedekah, salat malam, dan amal saleh.


Contohnya adalah Nabi Yunus โ€˜alaihissalam. Ketika beliau berada dalam perut ikan, dalam kegelapan malam dan lautan, beliau berdoa:

ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

Allah menyelamatkannya karena beliau termasuk orang yang banyak bertasbih ketika lapang. Jika tidak, niscaya beliau akan tetap berada dalam perut ikan hingga hari kiamat.


Rasulullah ๏ทบ juga menanamkan tauhid sejak dini kepada Ibnu Abbas ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ketika beliau masih berusia sekitar sembilan tahun. Nabi bersabda:

ุงุญู’ููŽุธู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุญู’ููŽุธู’ูƒูŽุŒ ุงุญู’ููŽุธู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุฌูุฏู’ู‡ู ุชูุฌูŽุงู‡ูŽูƒูŽ

โ€œJagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.โ€


Makna โ€œmenjaga Allahโ€ bukanlah menjaga Zat Allah, tetapi menjaga perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Balasannya adalah Allah menjaga hamba tersebut. Inilah kaidah: ุงู„ุฌุฒุงุก ู…ู† ุฌู†ุณ ุงู„ุนู…ู„ (balasan sesuai dengan perbuatan).


Nabi ๏ทบ melanjutkan:

ุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูŽ ููŽุงุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽุนูŽู†ู’ุชูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูู†ู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œJika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.โ€

Ini menanamkan tauhid dan tawakal. Bukan berarti kita tidak boleh bekerja sama atau meminta bantuan manusia, tetapi hati harus selalu bergantung kepada Allah. 


Semakin sering seseorang meminta kepada manusia, semakin lemah tauhid dan tawakalnya.

Ibnu Taimiyah ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ berkata:

โ€œJika engkau bergantung kepada manusia, engkau akan menjadi tawanan mereka. Jika engkau tidak bergantung kepada mereka, engkau menjadi setara. Jika engkau berbuat baik kepada mereka, engkau akan menjadi pemimpin mereka.โ€


Nabi ๏ทบ bahkan mengajarkan untuk meminta hal kecil kepada Allah, seperti tali sandal yang putus. Semua ini melatih hati agar selalu bergantung kepada Allah.


Kemudian Nabi ๏ทบ bersabda bahwa jika seluruh manusia bersatu untuk memberi manfaat atau mudarat, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali sesuai dengan apa yang telah Allah tetapkan. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. Semua sudah ditakdirkan.


Ini menguatkan tawakal. Apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Seorang mukmin berikhtiar, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.


Nabi ๏ทบ menutup wasiatnya dengan sabda:

ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุตู’ุฑูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ููŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฑู’ุจูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุนูุณู’ุฑู ูŠูุณู’ุฑู‹ุง

โ€œKetahuilah, pertolongan datang bersama kesabaran, kelapangan datang bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.โ€


Diresumekan oleh: Sie Kemuslimahan DKM Al - Hidayah BAPETEN

๐Ÿ“ธ Galeri Terkait

Gallery image
โ–ถ๏ธ
Video
Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image Gallery image

Berita Terkait