← Kembali ke Berita
One Day One Hadits 05 August 2026 • 6 views

Sunnah Nabi ﷺ dan Khulafā’ Rāsyidīn adalah Jalan Selamat

S
Sukanta
Penulis

Sunnah Nabi ﷺ dan Khulafā’ Rāsyidīn adalah Jalan Selamat


عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَأَوْصِنَا. فَقَالَ:

«أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي، وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا، وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ».

(رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن صحيح)


Dari al-‘Irbādh bin Sāriyah رضي الله عنه berkata:

Rasulullah ﷺ menasihati kami dengan suatu nasihat yang membuat hati kami bergetar dan mata kami berlinang. Kami berkata: “Wahai Rasulullah ﷺ, seakan-akan ini adalah nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat.” Beliau ﷺ bersabda:


"Aku wasiatkan kalian agar bertakwa kepada Allah ﷻ, mendengar dan taat (kepada pemimpin kalian), meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku, ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafā’ Rāsyidīn yang mendapat petunjuk. Peganglah itu erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Jauhilah perkara-perkara baru (dalam agama), karena setiap bid‘ah adalah kesesatan.”

(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan shahih)


Pelajaran dari Hadits


1. Wasiat utama Rasulullah ﷺ adalah takwa kepada Allah ﷻ.


2. Ketaatan kepada pemimpin dalam perkara ma‘ruf merupakan bagian dari agama.


3. Setelah wafatnya Nabi ﷺ akan muncul banyak perselisihan dan perpecahan.


4. Jalan selamat adalah berpegang teguh pada Sunnah Nabi ﷺ dan Sunnah Khulafā’ Rāsyidīn.


5. Setiap bid‘ah dalam agama adalah kesesatan, meskipun dianggap baik oleh manusia.



Ayat Al-Qur’an Terkait


Allah ﷻ berfirman:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ


“Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain yang akan menceraiberaikan kalian dari jalan-Nya.”

(QS. al-An‘ām: 153)


•Ibn Mas‘ūd رضي الله عنه berkata:

«اتَّبِعُوا وَلَا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُمْ»

“Ikutlah (Sunnah) dan janganlah kalian membuat bid‘ah, karena sungguh kalian telah dicukupkan.”

(Al-Lālikā’ī, Sharḥ Uṣūl I‘tiqād Ahlis Sunnah 1/89)


•Imām Mālik رحمه الله berkata:

«مَنْ أَحْدَثَ فِي الْإِسْلَامِ بِدْعَةً يَرَاهَا حَسَنَةً فَقَدْ زَعَمَ أَنَّ مُحَمَّدًا ﷺ خَانَ الرِّسَالَةَ»

“Barangsiapa membuat bid‘ah dalam Islam dan menganggapnya baik, maka sungguh ia menuduh Muhammad ﷺ telah mengkhianati risalah.”

(Asy-Syāṭibī, al-I‘tiṣām 1/48)


Hadits ini menjadi pedoman pokok dalam beragama: sumber kebenaran hanyalah Al-Qur’an, Sunnah Nabi ﷺ, dan Sunnah Khulafā’ Rāsyidīn. Semua perkara baru yang tidak ada dalilnya dalam syariat adalah kesesatan.


اللَّهُمَّ اجعلنا من المتمسكين بسنة نبيك ﷺ وسنة الخلفاء الراشدين، ونجنا من الفتن والبدع ما ظهر منها وما بطن.


“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berpegang teguh dengan Sunnah Nabi-Mu ﷺ dan Sunnah Khulafā’ Rāsyidīn, serta selamatkan kami dari fitnah dan bid‘ah, yang tampak maupun yang tersembunyi.”


Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb.

Berita Terkait